Durate merupakan ukuran waktu secara obyektif. artinya, kapanpun dan dimanapun kita berada ukurannya sama yaitu dengan hitungan 1 jam sama dengan 60 menti, 1 menit sama dengan 60 detik dan seterusnya sampai satuan waktu yang paling kecil.
Sedangkan Time merupakan pengertian waktu secara subyektif dimana pengukurannya sangat berhubungan dengan kondisi individu manusia yang mengalami waktu tersebut. misalnya; 1 jam orang yang sedang menunggu akan terasa lebih lama dari pada 1 jam yang dijalani dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. satu tahun orang yang berbahagia tentunya terasa lebih bahagia daripada orang yang tidak bahagia di dalam penjara.
selanjutnya tentang kesalahan persepsi kita tentang waktu yang seringkali terjadi adalah waktu dialami sebagai sesuatu yang berpuutar kembali dan mengulang terus menerus. Hal itu adalah sesuatu yang keliru. Waktu sesungguhnya adalah sesuatu yang berjalan terus menerus dan tidak kemballi kepada titik nol kembali. kalau digambarkan waktu itu merupakan garis lurus, bukan garis melingkar. putaran jam lah yang memutar atau melingkar,bukan waktunya.
Dari risalah ini dapatlah kita mengerti sedikitnya tentang konsep waktu di akhirat nanti seperti yang tersebut dalam al Quran. suatu kemungkinan jika di suatu tempat, waktu bukanlah sesuatu yang dialami secara bersama, tetapi sesuatu yang dialami secara pribadi, intens, dan subjectif.
Begitupun halnya dengan peristiwa yang terjadi. pernah suatu ketika Siti Aisah bertanya kepada Rasul tentang betapa malunya dia jika diakhirat kelak semua manusia tidak berpakaian, kemudian Rasul menjawab bahwa diakhirat kelak kita tidak berpikir lagi tentang malu atau perasaan-perasaan kolektif lainnya seperti yang kita alami di dunia ini.
Wallahua a'lam




0 komentar:
Posting Komentar