Pages

Subscribe:

Labels

Mengenai Saya

Foto saya
bogor, jawa barat, Indonesia
Aku ada dalam prasangka hambaKu Hadits Qudsi

Jumat, 27 Januari 2012

menciintai atau dicintai

selama ini kita selalu ingin dicintai, berharap selalu dicintai dan takut tidak dicintai lagi. dalam pendek kata kita beranggapan lebih bahagia dicintai dan menganggap dicintai lebih penting daripada mencintai.
betulkah seperti itu?
ternyata salah. Kita sebenarnya lebih mudah bahagia jika kita mencintai daripada dicintai.
Dicintai merupakan kata kerja pasif, artinya kita hanya menerima, menunggu dari pihak diluar kendali kita. karena sifatnya yang abstrak, kita sering kali tidak yakin dengan cinta yang diberikan, curiga, cemburu, dan merasa kurang merupakan sifat yang sering kali menghinggapi kita. Si pemberi cinta lah yang tahu seberapa besar cinta yang diberikan kepada kita. dari sini kita selalu bisa menjadi korban. karena kita tidak tahu, kapan mandat cinta tersebut akan terus ada dan kapan ia akan mencabut cintanya bagi kita. Adalah hal yang menyakitkan jika cinta itu dihentikan ketika kita tidak siap untuk kehilangan cinta itu.

Sebaliknya dalam mencintai, kita yang mencintai adalah pihak yang aktif, bukan berarti agresif. dalam mencintai, kita lah yang mengukur kadar cinta itu sendiri, jadi kita tidak mungkin membohongi diri kita sendiri dan memang tidak akan bisa. sebaiknya dalam mencintai kita harus jujur dengan diri kita sendiri dalam arti kita harus total dalam mencintai. karena cinta yang total atau tullus akan mendatangkan ketenangan dalam diri kita, sementara cinta yang setengah-setengah akan membuat kita tidak senang. hal itu terjadi karena manusia pada dasarnya adalah manusia yang punya energi dan potensi untuk mencintai. kalau potensi itu telah terpenuhi, maka ia akan tenang dalam cinta itu, sementara jika potensi itu tidak tersalurkan, maka ia akan terus mencari subjek cintanya, sampai terpenuhi, dan pencarian ini adalah masa gejolak yang membuat seseorang tidak tenang.

Disini mencintai merupakan turunan dari ke Tuhanan. Sama halnya dalam cinta, dalam ber Tuhan, manusia selalu tergoda untuk men Tuhankan sesuatu yang bukan Tuhan.

1 komentar: