Pages

Subscribe:

Labels

Mengenai Saya

Foto saya
bogor, jawa barat, Indonesia
Aku ada dalam prasangka hambaKu Hadits Qudsi

Jumat, 09 Desember 2011

Menghindari Fatalisme dalam Diri Umat; Sebuah Redefinisi tentang Takdir

Saya ingat sebuah anekdot berupa tebakan. Begini pertanyaannya " Nenek-nenek jatuh dari Monas ga mati apa namanya?" ada yang jawab sakti lah, mujur lah, belum ajal lah semua katanya bukan. jawabannya katanya adalah panjang umur. grgrrrrr....
Benarkah begitu keadaannya, benarkah kalau seseorang telah ditentukan ajalnya, jadi jika diapakan saja dia tidak akan mati? mari kita bahas.
Dalam konsep tentang takdir sebenarnya ada dua hal, yaitu Ketentuan universal, dan yang kedua adalah kehendak bebas.
Apa itu ketentuan universal? ketentuan universal adalah hukum yang diciptakan oleh Allah SWT untuk keberlangsungan jagad raya ini. Kita sering mendengar dengan hukum alam, hukum Tuhan, dan lainnya. Ketentuan universal ini merupakan hukum yang mengikat semua jagad raya tanpa kecuali. Semua yang alam terkena ketentuan ini, misalnya manusia secara biologis termasuk alam, hewan, tumbuhan, angin, air, mineral, dan lain sebagainya.
Contoh ketentuan universal yang berlaku bagi manusia, hewan, dan tumbuhan misalnya; hidup, mati, jodoh, rezeki, dll. Dari ketentuan ini kita bisa menlakukan generalisasi bahwa ketentuan universal ini mengikat bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Jadi tidak ada manusia yang tidak mati siapapun dia, nabi, rasul, wali, ataupun orang biasa. begitupun dengan jodoh, semua manusia diciptakan berpasang-pasangan, begitu juga hewan dan tumbuhan berpasangan untuk menjalani keadan alaminya, yaitu berkembang biak. Dari kesimpulan ini kita dapat menampik adanya manusia sakti, tidak bisa mati, tumbuhan keramat, pohon suci atau binatang yang disakralkan. karena semua adalah sesuatu yang alami saja. Begitu seterusnya dengan rezeki dan lainnya. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak menikah, orang yang miskin? mari kita ikuti bahasan selanjutnya.
Yang kedua ada yang disebut dengan kehendak bebas atau pilihan bebas (Free will). Kehendak bebas adalah potensi yang diberikan Tuhan untuk menghadapi alam atau menentukan hal-hal teknis dari ketentuan universal. misalnya: memangbenar kita ditentukan hidup (Ketentuan universal) tetapi bagaimana kita hidup, dimana kita hidup, berapa lama kita hidup itu merupakan kehendak bebas kita. Kita lah yang menentukannya sendiri. begitu juga dengan rezeki; berapa banyak rezeki kita, kapan kita dapatkan, dimana kita dapat, cepat atau lambat, bagaimana cara kita mendapatkannya adalah merupakan kehendak kita, atau pilihan kita sendiri (free will).
Dari pemeparan diatas, sikap pasif, fatalis, atau jabbariah adalah suatu sikap yang tidak tepat. Sama seperti halnya dengan sikap sombong karena dapat mengatasi taksir juga harus dihindari.
Jika kita menyadari takdir sepenuhnya dari Allah, maka kita akan terjebak pada konsep Jabbariyah yang fatalis yang mengakibatkan kita akan selalu menyalahkan Allah atas kesialan, kekurangan, ketidak baikan yang menimpa kita. dan sebaliknya, kita tidak akan bersyukur jika mendapat suatu kebaikan.
Demikian

0 komentar:

Posting Komentar