Untuk menghindari pensakralan Nabi adalah dengan cara menjawab pertanyaan apakah kenabian atau kerasulan itu merupakan pemberian (Given) atau sebuah prestasi (Achievement). Dengan meneliti sedemikian rupa kita harusnya menemukan keyakinan dan kebenaran bahwa kenabian atau kerasulan merupakan sebuah pencapaian bagi seseorang. Disini saya menggarisbawahi untuk menyepakati bahwa sebagai sebuah struktur, kenabian bisa saja selesai setelah nabi Muhammad, namun fungsi kenabian atau kualitas kenabian senantiasa dibutuhkan dalam setiap jaman.
Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul yang berasal dari bangsa arab karena lebih banyak nabi dan rasul merupakan kaum Israel (Bani Israil). saya akan membahas dalam kesempatan lain tentang genealogis kenabian.
Muhammad sebagai manusia biasa tentunya memiliki keistimewaan tertentu, hal yang sangat wajar bahwa jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain selalu kita menemukan kekurangan dan kelebihan diantara kita. misalnya ada orang yang sangat disiplin, tekun, ada juga yang urakan, teliti, berbakat, dll. yang mana hal itu tidak mengurangi kemanusiaannya.
Muhammad adalah salah satu manusia yang mendaya gunakan potensi kemanusiaannya secara maksimal. Setting sejarah di tanah Jahiliyah tentu mempunyai dampak yang bisa menjadi positif dan juga negatif. Muhammad bisa saja terbawa dalam tradisi Jahiliyah seperti kebanyakan orang pada masa itu atau justru sebaliknya, menjadi orang yang prihatin, peduli, dan bertekad melakukan perubahan terhadap kebobrokan masyarakatnya. Ternyata Muhammad menjalankan fungsi yang kedua, dia memilih menjadi nabi.
Sejak dari awal kita dapat katakan, bahwa kenabian itu sendiri merupakan pilihan hidup yang diambil seseorang. pada masa itu tentunya tidak dapat kita bayangkan siapa yang berani memilih menjadi nabi sebagai jalan hidupnya. di jaman yang lebih modern dan tertib seperti sekarang ini saja tidak banyak orang yang mau menjadi nabi, apalagi pada masa itu, di tengah kekacauan peradaban dan pemikiran yang chaos. Maka sangant wajar kalau penggambaran kisah Muhammad pada masa kenabian sangat berisiko dari tantangan fisik dan jiwa.
Muhammad mengalami, meresapi, masanya. Hal ini menjadi universitas yang paling baik untuk menempa kualitas kemanusiaan Muhammad. Dia hidup, meresapi, peduli dan ingin merubah masyarakatnya.
Selain tidak adil, memilih Nabi juga akan membuat yang bersangkutan akan mengalami kegugupan dalam memimpin umatnya. lebih dari itu, menjadi nabi bukan hanya mengemban menyampaikan pesan-pesan kitab suci, tetapi juga menemukan nilai-nilai baru bagi masyarakatnya.
Karena dia manusia biasa lah dia pantas menjadi Nabi yang luar biasa. Al Quran terlalu puitis dan pesannya terlalu tersirat bagi orang yang tidak mengasah kemanusiaannya, tidak demikian bagi Muhammad, Al Quran begitu jelas dan laa Roiba Fiih (tidak ada keraguan di dalamnya). jadi yang penting bukan bagaimana Al Quran berkata, tetapi bagaimana kuallitas anda dalam mencoba mengerti pesan al Quran. Kalau ada praktek keagamaan dengan mengklaim kebenarannya berdasar al Quran, namun hal tersebut bertentangan dengan kemanusiaan, misalnya, maka patut diduga bahwa bukan al Quran yang salah, melainkan anda yang memegang al Quran.
Begitu banyak kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan yang harus kita syukuri dengan cara memanfaatkannya menjadi salah satu tangga untuk menyentuh makna al Quran. Muhammad telah terlatih dan terus melatih dirinya dalam mendekati makna Quran, sementara kita, berpaling kepadanya dengan penuh nafsu.
Point dari pembicaraan ini adalah :
1. Kenabian secara struktur sudah selesai pada Muhammad,
2. Kualitas kenabian selalu dibutuhkan pada setiap jaman
3. Muhammad adalah satu-satunya orang yang memang pantas mendapat gelar kenabian
4. Dibutuhkan kualitas kemanusiaan tertinggi untuk menjadi seorang nabi
5. Menjadi nabi merupakan pilihan jalan hidup Muhammad yang sangat berat
6. Seorang nabi tidak hanya menyampaikan pesan kitab suci, tetapi juga dibutuhkan kualitas untuk memaknai kehidupan, dan kemudian memberi penawaran baru dengan nilai-nilai baru
7. Bagi umat Muhammad, dibutuhkan kualitas yang tinggi untuk memaknai pesan-pesan illahi
Sabtu, 11 Februari 2012
Jumat, 03 Februari 2012
Nabi Orang Biasa
beberapa pertanyaan selalu mengiringi pencarian saya tentaang Muhammad, kebesaran, ketakjuban, dan pengaruhnya membuat saya selalu mempertanyakannya. Dalam memahami sebuah fakta saya selalu ingin memiliki penjelasan yang dapat meyakinkan saya.
pertanyaan tersebut adalah antara lain:
1. Apakah Muhammad adalah manusia yang dipilih?
sejak kecil saya selalu diajarkan untuk membaca shalawat, yaitu doa dan pujian kepada Muhammad. Begitu seringnya lafadz itu saya lantunkan dan dengar dari mulut orang lain, saya menjadi begitu akrab. Namun hidup dalam bayang-bayang dogma dan doktrin hanya membuka celah pemberontakan dalam batin saya. betulkah Muhammad semulia itu sampai-sampai sebagai utusan Tuhan dia memiliki hak-hak prerogatif yang istimewa misalnya konsep syafaat, Nur Muhammad, Maksum, Isra mikraj, dan mukjizat yang begitu banyak. Hal tersebut tentunya harus diteliti sedemikian rupa dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan karena umat tidak semua mampu menerima begitu saja penjelasan-penjelasan sederhana yang telah berlangsung selama puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu. ilmu pengetahuan sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan merupakan bentuk rasa syukur kita dan bentuk perjuangan kita dalam pengembangan ke Islaman dan kemanusiaan.
Muhammad lahir pada 12 Rabiul Awwal tahun gajah, atau .......... kelahiran Muhammad adalah momentum untuk melihat kembali tafsir kita terhadap sang Nabi. terlalu banyak dogma dan mitos yang mengelilingi sejarah Muhammad sehingga umat sering kali melihat sosok Nabi sebagai sosok yang jauh dari mereka. Sejarah Muhammad sudah dieksploitasi sedemikian rupa demi kepentingan-kepentingan tertentu baik dengan tujuan baik, maupun tujuan buruk.
Muhammad harus ditempatkan dalam bingkai sejarah, dan dilepaskan dari pensakralan. sebagai aktor dalam sejarah dan menjadi bagian sejarah, Muhammad seperti manusia pada umumnya. Sesungguhnya keistimewaan Muhammad adalah terletak pada begitu manusianya dia, tanpa hak-hak prerogatif tertentu. Sebagai manusia biasa, Muhammad lahir dari rahim seorang ibu yang juga manusia biasa, yaitu Aminah dengan ayah bernama Abdullah di kota Mekkah dengan setting sejarahnya yang ada pada waktu itu. Artinya tidak ada sesuatu yang bersifat di luar jangkauan ruang dan waktu, semua meruang dan mewaktu.
2. Apakah kenabian itu sebuah pemberian atau pencapaian?
Kenabian adalah sebuah pencapaian, prestasi atau achievement.
Selasa, 31 Januari 2012
Ironi Pendidikan
Banyak hal yang dapat disambut hangat dalam kebijakan pendidikan beberapa tahun belakangan ini. Misalnya seperti anggaran pendidikan yang telah terealisasi 20%, peningkatan dana BOS,
Senin, 30 Januari 2012
Meng Esa kan Tuhan
pertama kali membuka penjelasan tentang sila pertama Panca Sila saya mengajukan pertanyaan kepada siswa kelas Tiga SMK. "siapakah Tuhan orang Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi, Zoroaster, DLL?".
Saya sudah menyangka jawaban mereka bermacam-macam. inti jawaban mereka adalah bahwa setiap agama memiliki Tuhan.
"kalau begitu, Tuhan tidak Esa dong?" saya menggugat mereka. "tidak pak, Tuhan hanya satu yaitu Allah."tegas salah seorang siswa. "oke, berarti Tuhan orang kristen dengan Tuhan kita sama dong Allah SWT?"tentu saja mereka tidak menerima statemen saya dan sedikit marah. dan perdebatan tersebut berlangsung sengit dengan memakan waktu tambahan jam pelajaran saya.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam cerita di atas tersebut.
yang pertama metode. Saya sengaja menggunakan metode dekonstruksi terlebih dahulu dalam menggugat keyakinan mereka dan mengoreksi banyak kesalah kaprahan, sesuatu yang salah dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang sehingga dianggap sebagai kebenaran. Cara ini efektif untuk menantang siswa lebih interaktif dalam diskusi. pendekatan ini juga menarik, karena siswa bisa mengungkapkan pikirannya yang ternyata ada beberapa pemikiran yang salah dapat keluar. selain itu siswa juga dilatih dengan pembelajaran hadap masalah. siswa akhirnya lebih kreatif dalam mencari alternatif-alternatif pemecahan masalah. Dalam hal ini guru hanya bertindak sebagai fasilitator.
point yang paling inti adalah bagaimana saya kemudian melakukan rekonstrusi pemikiran mereka terhadap isu-isu yang bagi mereka terlalu biasa menjadi lebih mendasar, kreatif, dan kritis. Pembelajaran atau menerangkan Panca Sila dianggap menjemukan bagi siswa, karena terlalu tekstual, pendekatan monoton, ceramah, dan perspektif yang selalu sama.
Pemikiran mendasar Sila pertama Panca sila adalah:
1. bahwa Tuhan itu Esa. Perbedaan dalam memahami Tuhan lah yang membuat manusia berbeda-beda. Tuhan maha esa, agama lah sebagai ekspresi manusia terhadap Tuhan yang beraneka ragam.
2. Toleransi. karena kita memahami universalitas Tuhan, maka kita tidak sempit dalam memahami Tuhan. karena Tuhan itu esa, menghina Tuhan orang lain sama dengan menghina Tuhan kita sendiri.
3. Harus ada pemisahan antara Tuhan dan agama. Tuhan itu ada pada dirinya sendiri (Hakikat) sementara agama adalah bentuk ekspresi manusia dalam mendekati Tuhan. tidak ada seorangpun yang dapat mengatakan agamanya atau pemikirannya tentang Tuhan yang paling benar. sikap rendah hati adalah nilai yang dihasilkan dari orang yang beragama dan ber Tuhan yang maha esa.
4. Bagi masing-masing agama, menuhankan Tuhan yang esa adalah hal yang mutlak. Ini dimaksudkan bagi introspeksi internal agama, dan jangan sebaliknya. karena kalau digunakan dalam makna eksternal, kita akan menganggap Tuhan agama orang lain sebagai tidak esa.
pengesaan terhadap Tuhan bukanlah sebuah proses sekali jadi. Dalam ber Tuhan, manusia selalu digoda untuk menduakan Tuhan (musyrik) dengan yang lain. harta, benda, tahta, dan lainnya. Hal itu terjadi sepanjang hayat manusia.
Mengesakan Tuhan sangat penting sebagai sebuah landasan pemikiran yang paling mendasar. Kegagalan kita dalam memaknai keesaan Tuhan akan menggoncangkan sendi-sendi pemikiran yang lain yang bersifat lebiih teknis. Maka dari itu, pendidikan berkarakter mestinya harus dimulai dari keberanian guru untuk menggugat hal-hal mapan yang ada di masyarakat juga.
demikian semoga bermanfaat.
Saya sudah menyangka jawaban mereka bermacam-macam. inti jawaban mereka adalah bahwa setiap agama memiliki Tuhan.
"kalau begitu, Tuhan tidak Esa dong?" saya menggugat mereka. "tidak pak, Tuhan hanya satu yaitu Allah."tegas salah seorang siswa. "oke, berarti Tuhan orang kristen dengan Tuhan kita sama dong Allah SWT?"tentu saja mereka tidak menerima statemen saya dan sedikit marah. dan perdebatan tersebut berlangsung sengit dengan memakan waktu tambahan jam pelajaran saya.
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam cerita di atas tersebut.
yang pertama metode. Saya sengaja menggunakan metode dekonstruksi terlebih dahulu dalam menggugat keyakinan mereka dan mengoreksi banyak kesalah kaprahan, sesuatu yang salah dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang sehingga dianggap sebagai kebenaran. Cara ini efektif untuk menantang siswa lebih interaktif dalam diskusi. pendekatan ini juga menarik, karena siswa bisa mengungkapkan pikirannya yang ternyata ada beberapa pemikiran yang salah dapat keluar. selain itu siswa juga dilatih dengan pembelajaran hadap masalah. siswa akhirnya lebih kreatif dalam mencari alternatif-alternatif pemecahan masalah. Dalam hal ini guru hanya bertindak sebagai fasilitator.
point yang paling inti adalah bagaimana saya kemudian melakukan rekonstrusi pemikiran mereka terhadap isu-isu yang bagi mereka terlalu biasa menjadi lebih mendasar, kreatif, dan kritis. Pembelajaran atau menerangkan Panca Sila dianggap menjemukan bagi siswa, karena terlalu tekstual, pendekatan monoton, ceramah, dan perspektif yang selalu sama.
Pemikiran mendasar Sila pertama Panca sila adalah:
1. bahwa Tuhan itu Esa. Perbedaan dalam memahami Tuhan lah yang membuat manusia berbeda-beda. Tuhan maha esa, agama lah sebagai ekspresi manusia terhadap Tuhan yang beraneka ragam.
2. Toleransi. karena kita memahami universalitas Tuhan, maka kita tidak sempit dalam memahami Tuhan. karena Tuhan itu esa, menghina Tuhan orang lain sama dengan menghina Tuhan kita sendiri.
3. Harus ada pemisahan antara Tuhan dan agama. Tuhan itu ada pada dirinya sendiri (Hakikat) sementara agama adalah bentuk ekspresi manusia dalam mendekati Tuhan. tidak ada seorangpun yang dapat mengatakan agamanya atau pemikirannya tentang Tuhan yang paling benar. sikap rendah hati adalah nilai yang dihasilkan dari orang yang beragama dan ber Tuhan yang maha esa.
4. Bagi masing-masing agama, menuhankan Tuhan yang esa adalah hal yang mutlak. Ini dimaksudkan bagi introspeksi internal agama, dan jangan sebaliknya. karena kalau digunakan dalam makna eksternal, kita akan menganggap Tuhan agama orang lain sebagai tidak esa.
pengesaan terhadap Tuhan bukanlah sebuah proses sekali jadi. Dalam ber Tuhan, manusia selalu digoda untuk menduakan Tuhan (musyrik) dengan yang lain. harta, benda, tahta, dan lainnya. Hal itu terjadi sepanjang hayat manusia.
Mengesakan Tuhan sangat penting sebagai sebuah landasan pemikiran yang paling mendasar. Kegagalan kita dalam memaknai keesaan Tuhan akan menggoncangkan sendi-sendi pemikiran yang lain yang bersifat lebiih teknis. Maka dari itu, pendidikan berkarakter mestinya harus dimulai dari keberanian guru untuk menggugat hal-hal mapan yang ada di masyarakat juga.
demikian semoga bermanfaat.
Minggu, 29 Januari 2012
Jumat, 27 Januari 2012
menciintai atau dicintai
selama ini kita selalu ingin dicintai, berharap selalu dicintai dan takut tidak dicintai lagi. dalam pendek kata kita beranggapan lebih bahagia dicintai dan menganggap dicintai lebih penting daripada mencintai.
betulkah seperti itu?
ternyata salah. Kita sebenarnya lebih mudah bahagia jika kita mencintai daripada dicintai.
Dicintai merupakan kata kerja pasif, artinya kita hanya menerima, menunggu dari pihak diluar kendali kita. karena sifatnya yang abstrak, kita sering kali tidak yakin dengan cinta yang diberikan, curiga, cemburu, dan merasa kurang merupakan sifat yang sering kali menghinggapi kita. Si pemberi cinta lah yang tahu seberapa besar cinta yang diberikan kepada kita. dari sini kita selalu bisa menjadi korban. karena kita tidak tahu, kapan mandat cinta tersebut akan terus ada dan kapan ia akan mencabut cintanya bagi kita. Adalah hal yang menyakitkan jika cinta itu dihentikan ketika kita tidak siap untuk kehilangan cinta itu.
Sebaliknya dalam mencintai, kita yang mencintai adalah pihak yang aktif, bukan berarti agresif. dalam mencintai, kita lah yang mengukur kadar cinta itu sendiri, jadi kita tidak mungkin membohongi diri kita sendiri dan memang tidak akan bisa. sebaiknya dalam mencintai kita harus jujur dengan diri kita sendiri dalam arti kita harus total dalam mencintai. karena cinta yang total atau tullus akan mendatangkan ketenangan dalam diri kita, sementara cinta yang setengah-setengah akan membuat kita tidak senang. hal itu terjadi karena manusia pada dasarnya adalah manusia yang punya energi dan potensi untuk mencintai. kalau potensi itu telah terpenuhi, maka ia akan tenang dalam cinta itu, sementara jika potensi itu tidak tersalurkan, maka ia akan terus mencari subjek cintanya, sampai terpenuhi, dan pencarian ini adalah masa gejolak yang membuat seseorang tidak tenang.
Disini mencintai merupakan turunan dari ke Tuhanan. Sama halnya dalam cinta, dalam ber Tuhan, manusia selalu tergoda untuk men Tuhankan sesuatu yang bukan Tuhan.
kenyataan dalam cinta
wanitamu atau lelakimu adalah wanita/ lelaki yang cantik/ tampan sampai ia menjadi kekasihmu, pacarmu, istri atau suamimu.
maka, ketika pacaran apalagi menikah jangan berharap bahwa dia akan tetap cantik seperti sebelum dia menjadi kekasihmu.
saya bukan melarang anda untuk romantis atau memuja cinta. yang saya sarankan adalah bagaimana kita siap terhadap kenyataan yang akan terjadi. bahwa kenyataan tak selamanya manis dan tak seindah yang kita bayangkan. ketika kenyataan itu datang, kita tlah siap bahwa siapapun akan mengalami itu, betapapun cantiknya istri anda.
sekarang lihat wajah kekasih anda, dia tampak biasa dan bayangkan sebelum anda memacarinya. betapa anggunnya dia, sampai anda ingin selalu bersamanya, setiap gerakannya lembut, dan memandangnya membuat anda tidak percaya bahwa dia akan segera jadi kekasih anda.
Hal ini menandakan bahwa ada rahasia besar dalam hhubungan-hubungan yang langgeng, yang mungkin tipsnya tidak sama antara satu dan yang lainnya.
selamat mencoba
ada harap dalam sujudku hari ini
pemuda brutal itu kini berbaris dalam shaf yang rapih
mereka sujud hari ini
ada harap dalam sujudku hari ini
seorang guru menangis dalam doanya yang pelan
menyesali segala khilafnya
dan cintanya bagi murid-muridnya
ada harap dalam sujudku hari ini
peluh yang jatuh diantara wudlu seorang bapak yang belum mendapat pelanggan
dan menutupi rasa malunya untuk pulang tanpa hasil
ternyata semua ingin pulang Tuhan
Langganan:
Komentar (Atom)



